Month: September 2018

The Little Offroader “Suzuki Carry 4WD”

Sobat jipmania, siapa tak kenal dengan Suzuki Carry, produk terlaris Suzuki Indonesia era 70 – 90an ini begitu melegenda sebagai kendaraan pekerja yang bandel, mudah dirawat dan irit bensin.

Nah ternyata di negara asalnya ada juga lho Suzuki Carry Versi 4WD.. Suzuki Carry 4WD generasi pertama keluar di Jepang pada bulan Mei 1981 dengan Kode Chasis ST31, dan hanya tersedia versi pick up saja, di Indonesia Carry model ini lebih terkenal dengan sebutan Suzuki Truntung 😂😂..

Untuk urusan mesin Suzuki Carry 4WD masih menggunakan mesin bensin 2 tak F5A, dengan konfigurasi 3 silinder inline berkapasitas 530cc dan sudah dilengkapi dengan radiator (watercooled)

Tenaga dari mesin kemudian di salurkan via tranmisi manual 4 percepatan, sedangkan untuk membagai tenaga ke roda depan dan belakang, digunakan dual speed transfercase with low range. Besar kemungkinan sistem 4wdnya sama dengan milik Jimny LJ50

Pada bulan November 1982 kemudian muncullah Versi High Roof Van dari Carry 4WD, untuk model Van ini mempunyai code chasis ST41. Pada versi Van inilah juga digunakan mesin baru F8A yang berkapasitas 800 cc, mesin yang sama dengan milik Jimny LJ80 series.

Advertisements

Aneka Pilihan Final Gear Suzuki Jimny

Sobat Jipmania, kendaraan light offroad besutan Suzuki ini memang istimewa, selain karena transfercasenya terpisah, Suzuki Jimny juga mempunyai banyak pilihan  baik itu rasio high dan low di transfercase, maupun rasio final gear di gardan.

Hal ini dikarenakan Suzuki Jimny mempunyai banyak varian yang dibangun pada platform yang sama, sehingga antar komponennya bisa saling tukar/substitusi, nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang final gear Jimny.

Related image

 

Final Gear merupakan bagian dari penggerak mobil yang menyalurkan putaran dari mesin antara kopel dan as roda.. letak final gear sendiri terlindung di dalam gardan dan terdiri dari pinion dan ring crownwheel .. dari perbandingan pinion dan crownwheel inilah kemudian kita  bisa menghitung rasio final gear pada gardan..

Sebagai contoh final gear standar dari Jimny SJ410  adalah 9/37 .. yang berarti gigi pinion berjumlah 9 sedangkan gigi piringan crownwheel berjumlah 37, maka rasionya adalah 37 : 9 = 4.11

Semakin besar rasio FG, semakin ringan putaran mesin dalam menggerakkan roda sehingga tarikan makin ringan, namun disisi lain  kecepatan maksimal yg mampu dicapai mobil semakin rendah, sebaliknya semakin kecil rasio FG tarikan semakin berat tapi top speed semakin bertambah .. nah dibawah ini ada beberapa pilihan rasio final gear  yang bisa digunakan di jimny kesayangan anda semua.

PILIHAN FINAL GEAR SUZUKI JIMNY

  • 9/37 (Rasio 4.11) ( standard SJ410)
  • 9/43 (Rasio 4.77)
  • 8/39 (Rasio 4.87)
  • 8/41 (Rasio 5.12)
  • 8/43 (Rasio 5.37)

Nah sekarang tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan saja, kalau mau dibikin jago lari dan irit bbm tinggal ganti pakai rasio final gear yang high, sebaliknya juga jika pengen dibikin jago nanjak dan lebih sakti di medan offroad , tinggal ganti rasio final gear yang lebih low.

 

Restorasi Daihatsu Taft Kebo Part III, Masuk Bengkel Las

Sobat Jipmania, setelah sekian lama mengantri akhirnya si kebo dapet giliran juga untuk masuk bengkel las, di bengkel las inilah akan dituntaskan pengelotokan dempul, sekaligus mengobati pelat body yang kropos, jika bolong ya ditambal, kalau areanya luas maka diganti dengan pelat yang baru.

pada tahap ini semua pintu dan kaca dicopot, begitu juga dengan panel depan mobil, body disetel kembali supaya centre karena memang dulu pernah tabrakan dengan trooper 😂. bisa dilihat pada foto di atas si kebo matanya jadi picek, nampak juga beberapa bagian body baru mulai di kerok untuk mencari titik titik yang keropos.

pada sektor interior, semua panel dan jok juga dicopot (kecuali jok driver), hal ini dilkukan untuk mempermudah pengelasan pelat  bagian dashboard yang keroposnya sangat parah 👿 , fyi dashboard taft kebo itu semua besi dan di las ke body, jadi tidak bisa dicopot.

melihat tingkat keparahan keroposnya, nampaknya si kebo bakalan kelar beberapa bulan lagi, but its okey namnya juga restorasi memang harus sabar 😀 ..